Info Shared

Info Shared is the best place to provide all information in the world

  • Gunadarma
  • Kaskus
  • Facebook
  • Twitter

Advertisement

Click Here for Details
In here you must enable all of this item below :

My Blog Statistics

free counters

My Followers

MOVIE

Info Shared menyediakan berbagai macam "Movie" berjenis Box Office, Indonesia, Anime dan lain-lain untuk penggemar film yang di share secara gratis dengan tipe High Quality dan High Definition atau yang biasa saja

MUSIC

Info Shared menyediakan berbagai macam "Music" dari Billboard, Indonesia, Korea, Anime dan lain-lain yang di share untuk para penggemar musik secara gratis dengan tipe Music Video atau File Music MP3

INFORMATION

Info Shared menyediakan berbagai macam "Information" dari berbagai informasi yang ada di seluruh dunia yang di share untuk anda semua agar menambah ilmu pengetahuan

VEHICLES

Info Shared menyediakan berbagai macam "Vehicles" dari berbagai jenis kendaraan yang ada di seluruh dunia dengan berbagai kegunaan yang di share untuk anda semua agar menambah pengetahuan tentang kendaraan

GAMES

Info Shared menyediakan berbagai macam "Game" dari berbagai jenis games yang ada di seluruh dunia dengan berbagai tipe permainan yang di share untuk anda semua secara gratis

Software

Info Shared menyediakan berbagai macam "Software dari berbagai jenis software dan kegunaannya dalam beragam versi di seluruh dunia yang di share untuk anda semua secara gratis

Others

Masih banyak yang lainnya yang tidak tercantum dalam kategori


Pengertian Laporan Keuangan

Dalam upaya untuk membuat keputusan yang rasional, pihak ekstern perusahaan maupun pihak intern perusahaan seharusnya menggunakan suatu alat yang mampu menganalisis laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan yang bersangkutan. Di bawah ini merupakan pengertian laporan keuangan dari beberapa ahli, antara lain :


Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63), Laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Laporan Keuangan adalah :

“Laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya”. (IAI, 2002 : par 47)

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:105), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laporan Keuangan adalah :

  1. Merupakan produk akuntansi yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.
  2. Merupakan potret perusahaan, yaitu dapat menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan, apakah dalam kondisi yang baik atau tidak.
  3. Merupakan rangkaian aktivitas ekonomi perusahaan yang diklasifikasikan, pada periode tertentu.
  4. Merupakan ringkasan dari suatu proses transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama periode yang bersangkutan.
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi dan kondisi keuangan, sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diperoleh dari laporan keuangan. Informasi tersebut disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pihak-pihak yang go public dalam persiapannya untuk melakukan penawaran umum karena salah satu syarat perusahaan yang go public adalah harus menyerahkan laporan keuangannya selama dua tahun terakhir yang sudah diperiksa oleh akuntan publik.


Ruang Lingkup Laporan Keuangan

Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
  • Neraca
  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan Posisi Keuangan yang dapat disajikan berupa Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana
  • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva,kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi dan penghasilan adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.


Jenis - Jenis Laporan Keuangan

Dalam dunia perbankan tentu saja ada beberapa jenis laporan keuangan. Jenis-jenis laporan keuangan adalah sebagai berikut :

1 )  Neraca Bank 
      Neraca (Balance Sheet) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah kekayaan (harta), kewajiban (hutang), dan modal dari suatu perusahaan pada saat / tanggal tertentu. Isi neraca secara garis besar adalah sebagai berikut :

  • Asset : kekayaan atau sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan akan memberikan manfaat dimasa yang akan datang.
  • Asset lancar : uang tunai dan saldo rekening giro di bank serta kekayaan-kekayaan lain yang bisa dicairkan menjadi uang tunai, dijual maupun dipakai habis dalam operasi perusahaan, dalam jangka pendek (satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan). Yang termasuk aset lancar: Kas (saldo uang tunai pada tanggal neraca), Bank (saldo rekening giro di bank pada tanggal neraca), Surat berharga jangka pendek, Piutang, Persediaan (barang berwujud yang tersedia untuk dijual, di produksi atau masih dalam proses), Beban dibayar dimuka.
  • Investasi jangka panjang (long term investment) : Terdiri dari aset berjangka panjang (tidak untuk dicairkan dalam waktu satu tahun atau kurang) yang diinvestasikan bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan. Misalnya: penyertaan pada perusahaan dalam bentuk saham, obligasi atau surat berharga, dana untuk tujuan-tujuan khusus (dana untuk pelunasan hutang jangka panjang), tanah yang dipakai untuk lokasi usaha.
  • Aset Tetap (Fixed Asset) : Aset berwujud yang digunakan untuk operasi normal perusahaan, mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan. Misalnya: tanah untuk lokasi baru, gedung, mesin-mesin dan peralatan produksi, peralatan kantor, kendaraan.
  • Aset Tak Berwujud (Intangible Asset) : Terdiri hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan, Misal: hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang atau logo dan goodwill.
  • Aset lain-lain (Other Asset) : Untuk menampung aset yang tidak bisa digolongkan sebagai aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap dan aset tetap tak berwujud. Misalnya; mesin yang tidak dipakai dalam operasi.

  • Kewajiban dapat digolongkan menjadi :
  • Kewajiban Lancar (current liabilities) : Kewajiban lancara meliputi kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka pendek atau jangka satu tahun atau jangka satu siklus operasi normal perusahaan. Misalnya: hutang usaha, beban yang harus masih dibayar, pendapatan yang diterima dimuka, utang pajak, utang bunga.
  • Kewajiban Jangka Panjang (long – term debts) : Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang jatuh temponya melebihi satu periode akuntansi atau lebih dari satu tahun. Misalnya: utang hipotik, utang obligasi.
  • Kewajiban lain-lain : Adalah kewajiban yang tidak bisa digolongkan ke kewajiban lancer dan kewajiban jangka panjang.
  • Ekuitas : Menunjukkan hak milik para pemilik aset perusahaan yang diukur atau ditentukan besarnya dengan menghitung selisih antara aset dan kewajiban. Jenis ekuitas berdasarkan bentuk perusahaan :
  • Perusahaan perorangan
  • Perusahaan persekutuan
  • Perusahaan perseroan

2 )  Laporan Laba/ Rugi Bank

Laporan rugi / laba (income statement) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Ada dua pendekatan sebagai dasar dalam dan menggolongkan, serta mengikhtisarkan transaksi transaksi yang terjadi dalam perusahaan, kedua pendekatan itu adalah:

  1. Dasar Tunai (Cash Basis) : Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban pada saat mengeluarkan uang tunai. Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, karena mentode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rugi laba pada periode tertentu.
  2. Dasar Waktu ( Akrual Basis ) : Sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai. Tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba-rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu.
Dalam laporan laba-rugi, terdapat tiga rekening (akun) yang perlu dipahami yaitu:

  1. Pendapatan : Adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan akitivitas perusahaan yang biasa (reguler)contoh : penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, deviden, royalti dan sewa.
  2. Beban : Adalah pengorbanan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa (reguler), seperti beban pokok penjualan, beban gaji, beban sewa, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi, beban pajak, beban kerugian piutang.
  3. Laba / Rugi : Laba terjadi bila pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi, sebaliknya rugi terjadi bila pendapatan lebih kecil dari beban yang terjadi.


3 )  Laporan Kualitas Aktiva Produktif

Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hukum atau keadilan bagi orang atau sekelompok orang tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat ekonomi yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu pada masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu (Marianus Sinaga, 1997).

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktiva produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan kontribusi pendapatan bagi bank.

4 )  Laporan Komitmen dan Kontigensi

Komitmen bank adalah suatu ikatan atau kontrak atau berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak oleh bank, baik dalam rupiah maupun valuta asing, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Komitmen ini dapat bersifat tagihan ataupun kewajiban bagi bank. Komitmen tagihan adalah komitmen yang diterima oleh bank dari pihak lain, sedangkan komitmen kewajiban adalah komitmen yang diberikan oleh bank kepada nasabah dan atau pihak lain.

Tagihan komitmen antara lain :

  • Fasilitas pinjaman yang diterima dari pihak lain yang belum ditarik.
  • Posisi pembelian valuta asing, dll.
Kewajiban komitmen antara lain :

  • Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik
  • Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik
  • Irrevocable L/C yang masih berjalan
  • Posisi pembelian valuta asing, dll.

Kontigensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. Pengungkapan akan peristiwa kontigensi diharuskan dalam laporan keuangan.

Menurut Azas Konservatif dalam Kontigensi, pengungkapan data transaksi kontigensi dalam laporan keuangan dikaitkan dengan penerapan konsep atau azas konservatif atau berhati-hati dalam prinsip akuntansi. Yang dimaksud disini adalah bahwa penyisihan suatu rugi kontigensi dapat dilakukan pada perhitungan rugi-laba bila kedua kondisi berikut dipenuhi :

  • Terdapat petunjuk yang kuat bahwa telah terjadi penurunan nilai suatu aktiva atau telah timbul kewajiban pada tanggal neraca.
  • Jumlah kerugian dapat ditaksir secara wajar.
Jenis Transaksi Kontigensi dicontohkan sebagai berikut. Dalam transaksi bank dapat ditemukan beberapa jenis transaksi kontigensi seperti : garansi bank, letter of credit yang dapat dibatalkan (revocable) yang masih berjalan, transaksi opsi valuta asing, pendapatan bunga dalam penyelesaian. Semua jenis transaksi tersebut apabila ditemukan dalam transaksi sehari-hari wajib untuk dilaporkan dalam laporan keuangan melalui rekening administratif, yang dapat berupa tagihan maupun kewajiban.



Fungsi Laporan Keuangan Bank

Bank sebagai lembaga perantara keuangan memberikan jasa - jasa keuangan baik kepada pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang memiliki dana bank - bank melakukan beberapa fungsi dasar sementara tetap menjalankan kegiatan rutinnya di bidang keuangan. Fungsi dasar dan bank dapat dilihat dan keterangan berikut. Bank memiliki fungsi pokok sebagai berikut ( Dahlan Siamat 2001 : 88)

  1. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi.
  2. Menciptakan uang
  3. Menghimpun dana dan menyalurkan kepada masyarakat.
  4. Menawarkan jasa - jasa keuangan lain.
  5. Menyediakan fasilitas untuk perdagangan intemasional 
  6. Menyediakan pelayanan penyimpanan untuk barang - barang berharga.
  7. Menyediakan jasa - jasa pengelolaan dana.

Berdasarkan Undang - Undang RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan pasal 34, setiap bank diwajibkan menyampaikan laporan keuangan berupa neraca dan perhitungan laba / rugi berdasarkan waktu dan bentuk yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Menurut Bambang Riyanto pengertian laporan keuangan adalah ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, dimana neraca ( Balance Sheet) mencerminkan nilai aktiva, hutang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan laba 1 rugI (Income Statement ) mencerminkan hasil - hasil yang dicapai dalam suatu periode tertentu biasanya meliputi periode 1 tahun.
Adapun pengertian dan neraca (Balance Sheet) adalah suatu gambaran dan laporan keuangan bank yang mengemukakan perbandingan yang seimbang antara harta benda, milik atau kekayaan bank dengan semua kewajiban, utang dan modalnya pada saat tertentu.

Dan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dan susunan laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang berguna dalam membuat keputusan bagi pihak - pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan yang disusun dan disajikan sebagai data tahunan kepada semua pihak yang berkepentingan pada hakekatnya mempunyai keterbatasan dalam memberikan gambaran tentang keadaan keuangan dan potensi laba.

Untuk mengatasinya diperlukan suatu laporan untuk beberapa periode, yaitu dengan menyusun laporan
keuangan yang diperbandingkan. Laporan keuangan mempunyai arti penting sebagai berikut:

  • Kepentingan masyarakat.
  • Kepentingan pemegang saham.
  • Kepentingan perpajakan
  • Kepentingan pemerintah
  • Karyawan
  • Manajemen bank.


Contoh




Laporan Keuangan Bank


Laporan Neraca Rugi / Laba



Fungsi Kualitas Aktiva Produktif






Pengertian Bank 

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes (banknote). Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang  Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Ada beberapa definisi bank yang dikemukakan sesuai dengan tahap perkembangan bank. Untuk memberikan definisi yang tepat agaknya memerlukan penjabaran, karena definisi tentang bank dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Berikut ini dapat dikemukakan beberapa pendapat tentang pengertian bank, yaitu:

  1. Bank merupakan salah satu badan usaha lembaga keuangan yang bertujuan memberikan kredit, baik dengan alat pembayaran sendiri, dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, dengan jalan mengedarkan alat-alat pembayaran baru berupa uang giral. (Prof G.M. Veryn Stuart Dalam bukunya Bank Poitic)
  2. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan).
  3. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan).


Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pengertian bank telah mengalami evolusi, sesuai dengan perkembangan bank itu sendiri. 
  2. Fungsi bank pada umumnya adalah
  • Menerima berbagai bentuk simpanan dari masyarakat; 
  • Memberikan kredit, baik bersumber dari dana yang diterima dari masyarakat maupun berdasarkan atas kemampuannya untuk menciptakan tenaga beli baru;
  • Memberikan jasa-jasa lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.


Jenis bank dilihat dari cara menetapkan harga baik harga beli maupun harga jual dapat dibagi dua, yaitu :

  • Bank Konvensional
  • Bank Syariah



Jenis - Jenis Bank


Pembagian jenis-jenis bank dapat dikelompokkan menurut fungsinya, kepemilikannya, bentuk hukum, dan organisasinya.

A. Jenis bank menurut fungsinya

  1. Bank Sentral, yaitu bank yang tugasnya dalam menerbitkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam suatu negara dan mempertahankan konversi uang dimaksud terhadap emas atau perak atau keduanya.
  2. Bank Umum, yaitu bank yang bukan saja dapat meminjamkan atau menginvestasikan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga dapat memberikan pinjaman dari menciptakan sendiri uang giral.
  3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
  4. Bank Syariah, yaitu bank yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil (sesuai kaidah ajaran islam tentang hukum riba).


B. Jenis bank menurut kepemilikannya
     Menurut kepemilikannya bank dikelompokkan berikut ini :

  1. Bank Milik Negara adalah bank yang modalnya sebagian besar atau keseluruhan berasal dari negara. Misalnya, BRI, BNI 1946, dan Bank Mandiri.
  2. Bank Milik Swasta adalah bank yang modalnya berasal dari perorangan atau swasta. Misalnya, BCA, Bank Lippo, Bank Danamon, Bank Mega, dan lain-lain.
  3. Bank Milik Koperasi adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan koperasi. Misalnya, Bukopin (Bank Umum Koperasi Indonesia)


C. Jenis bank menurut bentuk hukumnya
     Menurut bentuk hukumnya bank dikelompokkan menjadi:

  1. Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT);
  2. Bank berbentuk Firma (Fa);
  3. Bank berbentuk Badan Usaha Perseorangan;
  4. Bank berbentuk Koperasi.


D. Jenis bank menurut organisasinya
     Menurut organisasinya bank dikelompokkan menjadi:

  1. Unit Banking adalah bank yang hanya mempunyai satu organisasi dan tidak memiliki cabang di daerah lain;
  2. Branco Banking adalah bank yang memiliki cabang-cabang di daerah lain;
  3. Correspondenc Banking adalah bank yang dapat melakukan pemeriksaan dokumen ekspor-impor dan kegiatan utamanya di luar negeri.


Fungsi Bank

Fungsi Bank sebagai berikut :
  • Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
  1. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
  2. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
  3. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
  • Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
  • Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.

Penyalur / pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti.

Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.

  • Agent Of Trust
Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan  kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.
  • Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
  • Agent Of Services
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.


Reformasi Bank Paket Juni 1983 :



Reformasi Bank Paket Oktober 1988 :





Are your Sims ready for the time of their lives? Heading off to university opens up new opportunities, from social connections to career growth. From class activities to major-specific objects, your Sim will find new ways to learn! And university isn’t just about hitting the books. Join a protest, flirt at a bonfire party—there’s a lot to learn outside of lectures at the student union. With new locations like the bowling alley and SimBurger to explore, and new activities like juice pong and spray painting murals to enjoy, your Sims are sure to have the time of their lives!


In The Sims 3: University Life, Sims will get their degrees, party, grow their social network and gain faster promotions and a higher entry-level job for university grads









  • Get Ready to Party!
  • Make Connections and Network
  • Tap into Your Defiant Side!
  • Achieve Academic Excellence
  • Actions Matter
  • Reap Benefits After University too!
  • Explore the Campus and Town






VIDEO PREVIEW    








IMAGE PREVIEW    









SYSTEM REQUIREMENTS




      Publisher    :  Electronic Arts
      Developer  :  Maxis / The Sims Studio



      PC System Requirements
  • OS : XP SP2 / Vista SP1 / Windows 7
  • CPU : For XP 2.0 GHz P4 processor or equivalent; For Windows Vista and Windows 7 2.4 GHz P4 processor or equivalent
  • RAM : For XP 1 GB RAM / Windows Vista and Windows 7 1.5 GB RAM*
  • DISC DRIVE : DVD drive
  • Hard Drive: At least 3.5 GB** of hard drive space with at least 1 GB additional space for custom content and saved games.
  • Video : 128 MB Video Card with support for Pixel Shader 2.0
  • * For NVIDIA ION™ computers, the game requires at least 2.0 GB RAM.
  • ** 9.6 GB of hard drive space if installing with The Sims 3.
  • Supported Video Cards: Nvidia GeForce 6 series or better, and all NVidia G, GT, GTS, and GTX video cards. ATI Radeon™ series card 9500 series or better, and all ATI X, X1, and HD video cards; Intel® Graphics Media Accelerator (GMA): GMA 3-Series, GMA 4-Series
  • Please note that the GeForce 6100 and 7100 cards are not supported.
         
          Mac System Requirements
    • OS : Mac OS X 10.5.7 Leopard or higher
    • CPU : Intel Core Duo Processor
    • RAM : 2 GB RAM
    • HARD DRIVE: At least 3.5 GB* of free space with at least 1 GB of additional space for custom content and saved games.
    • VIDEO : ATI X1600 or NVIDIA 7300 GT with 128 MB of Video RAM
    • INPUT : Keyboard, mouse
    • *9.6 GB of hard drive space if installing with The Sims 3
    • Supported Video Cards: Nvidia GeForce 6 series or better, and all NVidia G, GT, GTS, and GTX video cards. ATI Radeon™ series card 9500 series or better, and all ATI X, X1, and HD video cards. Please note that the GeForce 6100 and 7100 cards are not supported. The NVIDIA GeForce 7300 series is unsupported under Snow Leopard. This game will not run on PowerPC (G3/G4/G5) based Mac systems, or the GMA 950 class of integrated video cards.










    DOWNLOAD    











    INSTALLATION    


    Burn or mount
    Install using our keygen ( requires the Sims 3 main game installed
    Copy the cracked content from the Fairlight folder
    to your 'The Sims 3' installation
    Play the game





    ~ Selamat Bermain ~





    Siklus Produksi

    Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk. Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
    • Perancangan Produk, Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk. Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.
    • Perencanaan dan Penjadwalan, Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
    • Operasi Produksi, Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi aktual dari produk. Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan.
    • Akuntansi Biaya, Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya. Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi
    1. Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk.
    2. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan  untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan.


    Siklus Keuangan/ Penggajian

    Aktivitas-aktivitas dasar yang dilakukan dalam siklus penggajian :

    • Perbarui File Induk Penggajian
    • Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak
    • Validasi Data Waktu dan Kehadiran
    • Mempersiapkan Penggajian
    • Membayar Gaji
    • Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan
    • Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain




    Data Flow Diagram (DFD)

           Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur dan jelas. Atau DFD bisa juga dikatakan sebagai suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

           DFD terdiri dari context diagram dan diagram rinci (DFD Levelled). Context diagram berfungsi memetakan model lingkungan (menggambarkan hubungan antara entitas luar, masukan dan keluaran sistem), yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem. DFD levelled menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data, model ini hanya memodelkan sistem dari sudut pandang fungsi.
    Berikut ini merupakan simbol-simbol yang biasa digunakan di DFD :




    Terminal/Entity
    Terminator atau entity mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya. Terminator dapat juga berupa departemen, divisi atau sistem di luar sistem yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan.
    Komponen ini perlu diberi nama sesuai dengan dunia luar yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dibuat modelnya, dan biasanya menggunakan kata benda, misalnya Bagian Penjualan, Dosen, Mahasiswa.

    Proses
    Merupakan Merupakan kegiatan kegiatan atau atau pekerjaan pekerjaan yang yang dilakukan dilakukan oleh oleh orang orang atau atau mesin mesin komputer komputer, dimana dimana aliran aliran data data masuk masuk, ditranformasikan ditranformasikan ke ke aliran aliran data data keluar.

    Data Store
    Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file harddisk, file pita magnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder, dan agenda. Data store diberi nama sesuai dengan nama file penyimpanannya misalnya mahasiswa, matakuliah, dosen, dataregistrasi, dll.

    Alur Data
    Suatu data flow / alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.

    Contoh DFD :





    Prosedur Pemrosesan Informasi


    Prosedur pemrosesan informasi yang harus ada yaitu :

    • Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan.
    • Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan.
    • Presentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang.
    • Kepuasan pelanggan.
    • Analisis pangsa pasar dan tren penjualan.
    • analisis profitabilitas dan berdasarkan produk,pelanggan, dan area penjualan.


           Pemrosesan informasi merupakan proses psikologis yang merupakan sesuatu yang abstrak, dan tersembunyi dalam “dunia dalam”. Informasi akan mulai bekerja setelah adanya input informasi dari lingkungan. Prinsip prinsip pemrosesan informasi mirip dengan prinsip stimulus – respons. Perbedaan pokok terletak pada fokus kajian yang terjadi antara stimulus hingga munculnya respons. Model pemrosesan informasi secara sederhana dapat dilihat pada gambar 1.1. Pendekatan model terebut dipilih, dengan pertimbangan pemrosesan informasi yang terjadi dalam diri manusia, rasanya tidak mungkin dapat dipelajari secara langsung. Oleh karena itu pendekatan tak langsung dengan menggunakan model digunakan sebagai pendekatan untuk mempelajari proses pengolahan informasi.

        

    Gambar 1.1 Model sederhana pemrosesan informasi ( Schmidt, 1982 )

           Beberapa cara yang telah dilakukan untuk mempelajari pemrosesan informasi terutama di arahkan ke stuktur “arus” informasi . di samping itu pendekatan lainya difokuskan pada perubahan dalam stuktur informasi sehingga diproses melalui sistem. Pendekatan yang sering digunakan adalah menekan aspek waktu (temporal) dari proses informasi, dengan titik konsentrasi pada lamanya beberapa proses terjadi. Konsep dasar tentang tahap – tahap yang terdapat antara stimulus dan respons sudah lama dikenal, meskipun yang mempopulerkanya adalah psikolog dari pandangan psikologi kognitif.

           Teori Donders pada dasarnya menyatakan, terdapat dua tahap dalam pemrosesan informasi, yaitu tahap – tahap membaeda – bedakan dan tahap pemilihan. Schmidt (1988) membagi tahap pemrosesan menjadi dua, yaitu serial dan paraiei.

           Tahap pemrosesan informasi tersebut berlaku juga bagi manusia. Pemrosesan informasi yang datang dari luar berlangsung selama waktu tertentu. Pemrosesan informasi itu mungkin diantaranya terjadi secara paralel dan yang lain – lainya secara serial.


    Pengembangan Model Pemrosesan Informasi

           Proses informasi merupakan sesuatu yang abstrak, yang terjadi di bagian dalam sebagai proses psikologis. Berdasarkan arus masuknya pemrosesan informasi tersebut dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : tahap indentifikasi rangsang, tahap seleksi respons, dan tahap pemrograman respons. Ketiga tahap ini memang amat sederhana jika dibandingkan dengan kompleksitas yang terjadi pada diri manusia.



           Model tersebut dapat diuji keabsahanya kembali berdasarkan kenyataan yang terdapat dalam kehidupan sehari hari, khususnya dalam kegiatan yang membutukan keterampilan gerak.


    Tahap Identifikasi Rangsang

           Yang dimaksud dengan inforasi dalam kaitanya dengan kajian ini adalah pengetahuan tentang pesan, sinyal atau peringatan dari lingkungan sekitar yang memberikan kepada kita tentang dunia sekitar. Menurut schmidt (1988) bahwa faktor utama yang mempengaruhi tahap pengenalan rangsang adalah faktor yang bersumber dari karakteristik rangsang. Persoalan yang dihadapi adalah rangsang yang masuk ke suatu sistem, jarang ekali dikenal. Rangsang tersebut pada umumnya harus diolah terlebih dahulu, disarikan dalam suatu pola gerak yang bervariasi sesuai dengan tugas yang dilakukan. Pada tahap identifikasi rangsang ini informasi di abtraksikan sebagai elemen spesifik, dikode, dan dikombinasikan kedalam satu pola yang bermakna dan abstrak.


    Tahap Seleksi Respons

           Setelah tahap pengenalan rangsan berakhir, maka diasumsikan masuk informasi itu merupakan dasar bagi pembentukan pengetahuan kita tentang apa yang terjadi di lingkungan. Sebagai akibat dari perkembagan dan hasil penelitian, maka Hick (1959) telah menghasilkan sebuah hukum yang berbunyi : waktu reaksi memilih respons meningkat konstan (sekitar 150 miliddetik) pada setiap kali jumlah alternatif respons meningkat dua kali. Hukum ini cenderung menegaskan bahwa hubungan antara waktu reaksi memilih dan logaritma dari alternatif jumlah rangsang respons adalah linier.

           Persoalan lain dalam tahap menyeleksi respons ialah : ketidak pastian. Hukum peluang dan ketidak pastian rupanya juga berlaku pada tahap menyeleksi respons. Hal ini dapat kita telaah lebih lanjut dngan memanfaatkan fakta empirik, khususnya dalam situasi yang melibatkan pemilihan respons dimana terdapat unsur ketidak pastian didalamnya. Ada beberapa masalah yang terkait dengan penerapan hukum waktu reaksi memilih terutama jika ditinjau dari sudut kepentingan praktis. Yang pertama ialah keserasian antara stimulus dan respons. Keserasian S-R berarti sejauh mana stimulus dan respons yang serasi dikaitkan dalam satu cara yang alamiah. Konsep keserasian stimulus – respons mengandung implikasi praktis dalam pelaksanaan gerak atau penempilan teknik dalam olah raga.

           Persoalan kedua ialah, apakah ada efek latihan terhadap peningkatan waktu reaksi? Kesulitan yang dihadapi oleh seseorang untuk memberikan respons yang serasi dan stimulus karena ‘susunan’ kedua aspek tersebut tak terbiasa bagi yang bersangkutan. Tahap Pemrograman Respons Setelah stimulus diidentifikasi dan respons diseleksi, maka tahap berikutnya ialah mengorganisasi informasi yang diperoleh itu untuk dijelmakan kedalam gerak atau perilaku nyata. Proses ini terjadi pada tahap pemograman respons. Seperti halnya tahap – tahap sebelumnya, proses yang berlangsung dalam pemograman respons ini sangat kompleks. Untuk lebih mudah dipahami proses yang berlangsung sejak stimulus diidentifikasi hingga terwujud gerak atau perilaku nyata, maka tahap pengenalan stimulus yang akan dipengaruhi oleh variabel tertentu kita sebut variabel input. Selanjutnya yang mempengaruhi gerak nyata setelah respons diprogram variabel output.

           Di antara kedua variabel tersebut berlangsung tahap pemilihan respons. Henry dan Rogers (1960) mengkaji keadaan gerak yang dilakukan dalam paradigma waktu-reaksi sederhana, dimana subjek mengetahui respons yang akan diberikan ada setiap trial. Waktu-reaksi yang meningkat tatkala gerakan semakin kompleks berkaitan dengan peningkatan waktu yang dibutuhkan untuk memprogram gerakan pada tahap pemograman respons.



    Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terkait dengan pengendalian internal. Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.



    Klasifikasi pengendalian internal, meliputi:


    • Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian Korektif.
    • Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi.
    • Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi.
    • Pengendalian Input, proses, dan output.



    Ruang Lingkup Pengendalian :



    • Filosofi manajemen dan gaya operasi. Manajer perlu menjadi contoh perilaku etis dengan mentaati kode etik perusahaan. Manajer perlu menyusun kode etik secara formal. Manajer mesti menekankan pentingnya pengendalian internal dan memperlakukan setiap personel dengan wajar dengan dengan penuh respek.
    • Integritas dan nilai-nilai etika. Perilaku etis dan tidak etis manajer dan seluruh karyawan akan berdampak besar terhadap keseluruhan struktur pengendalian internal, menciptakan suasana yang secara signifikan mempengaruhi validitas proses pelaporan keuangan. Manajemen mesti secara proaktif memastikan bahwa semua karyawan benar-benar sadar dengan standard etika perusahaan. Manajemen juga mesti membuat kebijakan yang mendukung karyawan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan bukan tujuan jangka pendek.
    • Komitmen terhadap kompetensi. Perusahaan mesti merekrut karyawan yang kompenen dan dapat dipercaya yang memiliki inisiatif dan kreativitas untuk bereaksi secara cepat terhadap kondisi bisnis yang dinamis. Perusahaan mesti memilih personil yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan tersebut.
    • Dewan direksi atau komite audit. Dewan direksi semestinya menunjuk komite audit untuk mengawasi praktik dan kebijakan akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan. Komite audit merupakan perantara antara dewan direksi dan auditor internal/eksternal.
    • Struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan rerangka hubungan formal antar personil perusahaan untuk mencapai tujuan organsisasi.
    • Pemberian wewenang dan tanggung jawab. Perusahaan mesti memiliki deskripsi pekerjaan untuk setiap karyawan. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mesti dilakukan dengan baik. Perubahan terhadap sistem informasi mesti dilakukan melalui persetujuan tertulis.
    • Kebijakan dan praktik sumber daya manusia. Setiap karyawan baru mesti dikenalkan dengan pengendalian internal, kebijakan etika dan kode etik perusahaan. Perusahaan mesti perduli dengan undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh pemerintah. Perusahaan mesti memastikan terwujudnya lingkungan kerja yang aman dan sehat. Perusahaan dapat menyelenggarakan sarana konseling untuk karyawan yang bermasalah. Perusahaan punya prosedur yang baik untuk karyawan yang berhenti bekerja.





    Ancaman terhadap Sistem Informasi Akuntansi (SIA) :


    Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :

    • Kebakaran atau panas yang berlebihan.
    • Banjir, gempa bumi.
    • Badai angin, dan perang.
    Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :

    • Kegagalan hardware.
    • Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.
    • Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

    Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :

    • Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia.
    • Kesalahan tidak disengaja karen teledor.
    • Kehilangan atau salah meletakkan.
    • Kesalahan logika.
    • Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan.

    Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :

    • Sabotase.
    • Penipuan komputer.
    • Penggelapan.

    Beberapa ancaman (threats) lainnya adalah :

    • Merekrut karyawan yang tidak kualified Hiring of unqualified.
    • Pelanggaran hukum oleh karyawan (Violation of employment law).
    • Perubahan yang tidak diotorisasi opada file induk pembayaran (master payroll file).
    • Ketidakakuratan data waktu (Inaccurate time data).
    • Ketidakakuratan proses pembayaran.
    • Pencurian atau kecurangan pendistribusian pembayaran.
    • Kehilangan atau tidak terotorisasi data pembayaran.
    • Performansi jelek.


    Proses Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) :


    Proses Pengendalian Internal adalah sebuah proses yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan organisasi dapat dicapai, yaitu :

    • Pelaporan keuangan yang handal
    • Efektivitas dan efisiensi operasional organisasi
    • Dipatuhinya semua hukum dan peraturan-peraturan yang diterapkan.
    • Penetapan risiko
    • Aktivitas pengendalian
    • Informasi dan komuniaksi
    • Monitoring/supervisi
    • Apakah terdapat pemisahan fungsi dan tugas pada bagian akuntansi?
    • Tidak ada perangkapan fungsi / tugas oleh satu individu atau satu departemen.
    • Apakah dilaksanakan audit internal?
    • Audit internal sebagai aktivitas evaluasi secara independen dalam organisasi.


    Aktivitas Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) :


    Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai.

    Prosedur otorisasi merupakan pengendalian yang memastikan bahwa karyawan perusahaan hanya memproses transaksi yang sah dalam ruang lingkup otoritas yang telah ditentukan. Misalnya, dalam sistem pembelian manual, pembelian persediaan dari pemasok yang ditunjuk ketika tingkat persediaan mencapai titik pemesanan memerlukan otorisasi.

    Pemisahan tugas.

    Dalam sebuah sistem manual, salah satu pengendalian yang penting adalah pemisahan tugas-tugas yang bertentangan selama pemrosesan transaksi. Para individu diberikan tanggung jawab untuk hanya melakukan aspek-aspek terbatas ransaksi untuk tiga ujuan berikut:

    • Otorisasi trnsaksi harus terpisah dari pemrosesan transaksi.
    • Penyimpanan aktiva harus terpisah dari tanggung jawab pencatatan aktiva.
    • Otorisasi harus disusun sedemikian rupa, sehingga tidak adanya penipuan.

    Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak. Seorang pegawai seharusnya tidak berada dalam posisi untuk melakukan penipuan dan menyembunyikan penipuan atau kesalaha yang tidak disengaja.
    • Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
    • Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan.
    • Dokumen-dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi.
    Prosedur-prosedur berikut ini menjaga aset pencurian, penggunaan tanpa otorisasi, dan vandalisme:
    • Mensupervisi dan memisahkan tugas secara efektif
    • Memelihara catatan aset, termasuk informasi, secara akurat
    • Membatasi akses secara fisik ke aset
    • Melindungi catatan dan dokumen

    Penjagaan aset dan catatan yang memadai.

    Beberapa aset yang perlu diamankan dalam SIA adalah sebagai berikut:
    • Mesin kas
    • Lemari besi,  kotak uang
    • Kotak pengaman simpanan
    • Area penyimpanan tahan api
    • Mengendalikan lingkungan
    • Pembatasan akses ke ruang komputer, file komputer, dan informasi
    Pemeriksaan independen atas kinerja. Berbagai jenis pemeriksaan independen adalah:
    • Rekonsiliasi dua rangkaian catatan yang dipelihara secara terpisah
    • Perbandingan jumlah aktual dengan yang dicatat
    • Pembukuan berpasangan
    • Jumlah total batch, yaitu :
              -   Jumlah total keuangan.
              -   Jumlah total lain-lain adalah jumlah field yang biasanya tidak ditambahkan
              -   Jumlah catatan adalah jumlah dokumen yang diproses.
              -   Jumlah baris adalah jumlah baris data yang dimasukkan.
              -   Uji kesesuaian baris dan kolom. Banyak lembar kerja yang memiliki jumlah total
                   baris dan kolom. Uji ini akan membandingkan jumlah total  dari setiap jumlah dalam
                   baris, dengan jumlah total dari setiap jumlah dalam kolom, untuk memeriksa apakah
                   jumlah mereka sama.